Dinkes Bolmut Ajak Masyarakat Gunakan Garam Beryodium, Investasi Kecil untuk Generasi Sehat dan Cerdas

Dinkes Bolmut Ajak Masyarakat Gunakan Garam Beryodium, Investasi Kecil untuk Generasi Sehat dan Cerdas

 

Bolmut, temposatu.com — Urusan kesehatan keluarga ternyata bisa dimulai dari hal sederhana di dapur. Salah satunya dengan memastikan garam yang digunakan sehari-hari merupakan garam beryodium.

Pesan tersebut digaungkan Dinas Kesehatan Bolaang Mongondow Utara (Dinkes Bolmut) melalui kampanye edukasi penggunaan garam beryodium. Kampanye ini menekankan pentingnya asupan yodium bagi kesehatan, khususnya dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak anak.

Dalam materi edukasinya, Dinkes Bolmut menjelaskan bahwa garam beryodium merupakan garam konsumsi yang telah ditambahkan yodium. Mineral tersebut memiliki peran penting bagi tubuh dan berkaitan dengan fungsi hormon tiroid, pertumbuhan, metabolisme, serta perkembangan otak.

Penting bagi ibu hamil dan tumbuh kembang anak

Pesan penggunaan garam beryodium menjadi semakin penting bagi keluarga, terutama ibu hamil. Kecukupan yodium selama kehamilan dibutuhkan untuk mendukung perkembangan janin, termasuk perkembangan otaknya.

Materi kampanye Dinkes Bolmut juga menyoroti sejumlah manfaat garam beryodium, antara lain membantu mencegah gangguan akibat kekurangan yodium, mendukung perkembangan otak dan kecerdasan anak, serta menjaga fungsi hormon tiroid.

Dengan demikian, pemilihan garam di dapur bukan sekadar persoalan rasa. Garam yang tepat juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga dan mempersiapkan kualitas generasi berikutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sofian Mokoginta, SKM, mengajak masyarakat untuk tidak menganggap penggunaan garam beryodium sebagai hal sepele.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk membiasakan menggunakan garam beryodium dalam konsumsi sehari-hari. Ini merupakan langkah sederhana, tetapi sangat penting dalam memenuhi kebutuhan yodium, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak dalam masa pertumbuhan. Dengan perhatian dari hal-hal kecil di rumah, kita dapat bersama-sama membangun generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar Sofian Mokoginta, SKM.

Menurutnya, perhatian terhadap asupan gizi keluarga harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Karena itu, masyarakat diharapkan lebih teliti dalam memilih produk garam yang dikonsumsi.

Bukan sekadar membeli, cara menggunakan juga penting

Dinkes Bolmut turut memberikan panduan sederhana agar penggunaan garam beryodium lebih tepat.

Masyarakat dianjurkan menggunakan garam beryodium dalam masakan sehari-hari. Garam sebaiknya ditambahkan ketika masakan hampir matang agar yodium tidak mudah hilang akibat proses pemasakan.

Selain itu, konsumen dianjurkan memilih produk dengan label “BERYODIUM” serta memastikan kemasannya masih dalam kondisi baik.

Garam juga perlu disimpan di tempat yang kering dan tertutup serta terhindar dari paparan sinar matahari. Masyarakat pun diimbau menghindari penggunaan garam curah atau garam tradisional yang tidak memiliki label yodium.

Dari dapur untuk masa depan anak

Kampanye Dinkes Bolmut membawa pesan sederhana: kebiasaan kecil di rumah dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan keluarga.

Pemilihan garam beryodium tidak membutuhkan langkah rumit. Dengan lebih teliti saat membeli dan menggunakannya secara tepat, masyarakat dapat ikut mendukung pemenuhan yodium bagi anggota keluarga.

Pesan kampanye tersebut pun dirangkum dalam semangat “Ibu Hamil Sehat, Anak Lahir Sehat, Keluarga Bahagia.”

Pada akhirnya, garam mungkin hanya digunakan dalam jumlah kecil setiap hari. Namun, ketika dipilih dan digunakan dengan tepat, manfaatnya dapat menjadi bagian dari investasi kesehatan jangka panjang—untuk ibu yang sehat, anak yang cerdas, dan generasi Bolmut yang lebih berkualitas.

“Gunakan Garam Beryodium untuk Hidup Sehat dan Cerdas.”

(AngQ)

Related Articles

Back to top button
Hide Ads for Premium Members by Subscribing
Hide Ads for Premium Members. Hide Ads for Premium Members by clicking on subscribe button.
Subscribe Now