Perkuat Keamanan Pangan, Bapelkes Sulut Tutup Pelatihan Berbasis Risiko bagi Tenaga Kesehatan Boltara

Manado, temposatu.com – Komitmen meningkatkan kualitas keamanan pangan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) terus diperkuat. Hal ini ditandai dengan ditutupnya secara resmi Pelatihan Pengawasan Pangan Siap Saji Berbasis Risiko bagi tenaga sanitasi lingkungan oleh Kepala UPTD Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Normalia Saludung, SKM, pada Minggu (21/6/2026).

Pelatihan yang berlangsung selama lima hari, mulai 16 hingga 21 Juni 2026, dilaksanakan di Hotel Quality Manado dan diikuti oleh Tenaga Sanitasi Lingkungan, Tenaga Gizi, serta tenaga Promosi Kesehatan dari seluruh wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Acara penutupan turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Titiek Kartini Wenur, S.Kep., Ns., M.Si, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Boltara.

Dalam sambutannya, Titiek menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para narasumber, fasilitator, peserta, serta seluruh panitia yang telah berkontribusi menyukseskan pelatihan tersebut.

Ia berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan guna meningkatkan kualitas pengawasan pangan di tengah masyarakat.

“Ilmu yang diperoleh tidak hanya berhenti di ruang pelatihan, tetapi harus diterapkan dalam tugas sehari-hari sehingga kita dapat mewujudkan pangan yang aman, sehat, dan bermutu bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bapelkes Provinsi Sulawesi Utara, Normalia Saludung, SKM, dalam sambutan penutupnya menegaskan pentingnya pengawasan pangan siap saji berbasis risiko sebagai upaya preventif dalam melindungi kesehatan masyarakat.

Menurutnya, melalui pelatihan ini para tenaga sanitasi lingkungan diharapkan memiliki kemampuan yang lebih optimal dalam melakukan pengawasan, pembinaan, serta edukasi terkait keamanan pangan siap saji.

“Peserta diharapkan tidak hanya mampu melaksanakan pengawasan pangan berbasis risiko, tetapi juga dapat menjadi narasumber dan agen perubahan dalam kegiatan peningkatan kapasitas bagi pengelola, pemilik, maupun penanggung jawab tempat pengelolaan pangan,” katanya.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia kesehatan di daerah, sekaligus memperkuat sistem pengawasan pangan yang lebih efektif dan berbasis risiko.

Dengan berakhirnya pelatihan tersebut, para peserta diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan pangan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, sehingga masyarakat dapat memperoleh pangan siap saji yang aman, sehat, dan berkualitas.

(AngQ)

Related Articles

Back to top button
Hide Ads for Premium Members by Subscribing
Hide Ads for Premium Members. Hide Ads for Premium Members by clicking on subscribe button.
Subscribe Now