Hebat! BUMDes Mopopiana Jadi Mesin Penghasil PAD Desa Nagara, Target Rp100 Juta Makin Dekat

Boltara, temposatu.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mopopiana, Desa Nagara, Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD).
Ketua BUMDes Mopopiana, Sofyan Supit, pada Rabu (1/7/2026), mengungkapkan bahwa pendapatan BUMDes selama bulan Juni 2026 mencapai Rp39.671.000, dengan total 14.165 pengunjung yang tercatat sejak Januari hingga Juni 2026.
Dari capaian tersebut, BUMDes Mopopiana telah menyerahkan kontribusi PAD kepada Pemerintah Desa Nagara sebesar Rp11.363.600 untuk periode Juni 2026.
“Jika diakumulasikan, total PAD Desa Nagara yang telah disetorkan BUMDes Mopopiana sejak Januari hingga Juni 2026 mencapai Rp49.823.773,” ujar Sofyan.
Ia optimistis tren positif ini akan terus berlanjut. Bahkan, pihaknya menargetkan kontribusi PAD Desa Nagara hingga akhir tahun 2026 dapat menembus angka Rp100 juta.
Sementara itu, Sangadi Desa Nagara, Abdul Ngadi, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas kinerja BUMDes Mopopiana yang terus menunjukkan perkembangan positif.
“Pencapaian luar biasa bulan ini bukan sekadar tentang angka, melainkan bukti nyata dari konsistensi, kerja keras, dan sinergi yang tidak pernah pudar. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pengelola BUMDes, pemerintah desa, serta dukungan penuh masyarakat,” ungkapnya.
Ngadi pun berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga BUMDes Mopopiana semakin berkembang, mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Desa Nagara di masa mendatang.
Keberhasilan BUMDes Mopopiana menjadi sinyal positif bahwa pengelolaan badan usaha desa yang profesional mampu menjadi pilar utama dalam meningkatkan kemandirian ekonomi desa. Dengan capaian yang telah mendekati Rp50 juta hanya dalam enam bulan pertama, target Rp100 juta PAD pada akhir 2026 kini bukan lagi sekadar harapan, melainkan target yang semakin realistis untuk diwujudkan.
(AngQ)




