Perluas Jaminan Kesehatan, Aditya Pontoh Teken Adendum JKN untuk 7.000 Peserta Baru

MANADO, temposatu.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat terus diperkuat. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2026, Pemkab Bolmut menambah kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebanyak 7.000 jiwa, sehingga total peserta yang didaftarkan pemerintah daerah ditargetkan mencapai 29.000 jiwa mulai November 2026.
Penambahan tersebut ditandai dengan penandatanganan adendum rencana kerja kepesertaan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bolmut, Mohammad Aditya Pontoh, S.IP., bersama BPJS Kesehatan.
Penandatanganan berlangsung di Kantor BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah X, Jalan Tololiu Supit Nomor 11, Tingkulu, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Senin (26/10/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperluas perlindungan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang kepesertaannya didaftarkan dan iurannya ditanggung melalui anggaran pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Aditya Pontoh menegaskan bahwa keberlanjutan program JKN merupakan salah satu perhatian penting Pemkab Bolmut dalam memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan yang layak.
Menurutnya, jaminan kesehatan bukan sekadar program administratif, melainkan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara terus berkomitmen menghadirkan jaminan kesehatan yang merata dan berkesinambungan bagi seluruh masyarakat, khususnya melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” ujar Aditya.
Aditya juga menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan atas sinergi dan kerja sama yang selama ini terjalin dalam mendukung penyelenggaraan jaminan kesehatan bagi masyarakat Bolmut.
Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kepesertaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Aditya mengungkapkan, sebelum penambahan dilakukan, jumlah peserta PBPU dan BP yang didaftarkan oleh Pemkab Bolmut tercatat sebanyak 22.000 jiwa.
Melalui alokasi anggaran dalam APBD Perubahan Tahun 2026, pemerintah daerah menambah 7.000 peserta. Dengan demikian, total kepesertaan yang ditargetkan mulai November 2026 mencapai 29.000 jiwa.
Penambahan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan perlindungan kesehatan bagi warga yang membutuhkan dukungan pemerintah untuk memperoleh jaminan pelayanan kesehatan.
Selain itu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Bolmut dalam mempertahankan dan meningkatkan capaian Universal Health Coverage (UHC), yakni cakupan kepesertaan jaminan kesehatan bagi masyarakat.
Aditya menegaskan, penggunaan anggaran daerah untuk sektor kesehatan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran daerah yang dialokasikan untuk pelayanan kesehatan benar-benar memberikan manfaat nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan yang layak,” tegasnya.
Di samping penambahan jumlah peserta, Aditya menekankan pentingnya pengelolaan program JKN yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Sejumlah hal yang menjadi perhatian bersama meliputi peningkatan akurasi data kepesertaan, optimalisasi fasilitas kesehatan, serta penyelesaian berbagai kendala teknis yang berpotensi menghambat pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah terkait mengawal pelaksanaan kerja sama tersebut secara bertanggung jawab, transparan, dan akuntabel.
Menurutnya, perluasan kepesertaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat program jaminan kesehatan.
Pemkab Bolmut pun mengharapkan BPJS Kesehatan terus memberikan dukungan dan pendampingan sehingga pelayanan kepada peserta JKN semakin mudah, cepat, dan bermutu.
Penandatanganan adendum rencana kerja ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperluas perlindungan kesehatan masyarakat Bolmut. Dengan target penambahan 7.000 peserta, pemerintah daerah berupaya memastikan semakin banyak warga memperoleh kesempatan mengakses pelayanan kesehatan melalui program JKN.
Upaya tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan dalam membangun sistem perlindungan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Bolaang Mongondow Utara.
(AngQ)