Terima Kunjungan Pimpinan BNI, Wabup Aditya Pontoh Dorong Penguatan Ekonomi UMKM di Boltara

Boltara, temposatu.com – Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Mohamad Aditya Pontoh (MAP), menerima kunjungan resmi Kepala Cabang (Kacab) BNI Kota Kotamobagu, Selasa (07/04/2026). Pertemuan yang berlangsung santai ini digelar di Coffee Arch, kawasan wisata Pantai Batu Pinagut.
Meski dilaksanakan dalam suasana rileks, diskusi antara Wabup yang akrab disapa MAP ini dengan jajaran pimpinan BNI tetap fokus pada substansi penguatan ekonomi daerah, khususnya terkait sinergi perbankan dan Pemerintah Kabupaten Boltara.

Kepada media, MAP mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat kerja sama dalam pengelolaan putaran dana di wilayah Boltara.
“Pihak BNI berharap ada kontribusi pemerintah dalam putaran dana. Menurut saya hal itu wajar, karena nantinya dana tersebut akan kembali ke masyarakat dalam bentuk fasilitas pinjaman kredit,” ujar MAP.
Ia menambahkan, perputaran uang melalui pinjaman kredit, terutama bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), merupakan kunci penggerak ekonomi warga. Dengan akses modal yang baik, UMKM di Boltara diharapkan dapat naik kelas dan memperluas skala usahanya.
Dalam kesempatan tersebut, Aditya juga menitipkan pesan khusus kepada manajemen BNI agar mempermudah akses bagi warga lokal.
“Saya meminta pihak BNI untuk memberikan kemudahan regulasi atau akses kredit bagi masyarakat Boltara agar ekonomi kita makin bergairah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BNI Cabang Kota Kotamobagu, Romi Wahid, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus penegasan peran BNI sebagai agent of development (agen pembangunan) di Bolaang Mongondow Raya.
“Kami hadir untuk bersinergi membangun ekonomi di sini. BNI Boroko siap menjadi mitra pemerintah untuk membantu masyarakat,” kata Romi.
Romi mengklaim, sejauh ini BNI telah banyak menyentuh pelaku usaha di Boltara, mulai dari skala UMKM hingga usaha besar. Sebagai bank BUMN, BNI juga menawarkan solusi modal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah.
“Kami menyediakan fasilitas KUR dengan bunga hanya enam persen dan plafon pinjaman mencapai Rp500 juta. Ini adalah komitmen kami untuk membantu pembangunan daerah,” pungkasnya.
(Angki)




